Rabu, 09 November 2011

Rat and Cat

Oleh Denia 10 November 2011 jam 19.24
Ratty the rat hates Catty the cat
She’s always making fun of his weird and long teeth
Ratty the rat thinks Catty’s a brat
He hates her perfect fur cut and can’t stand her brags

Perfect cut, and whitish fur
And slippery tongue and mindless mind
Selfish girl and stupid cat
And never will she change to a nicer cat, change to a nicer cat
Change, change, change, change

Catty the cat hates Ratty the rat
He’s always making fun of her perfect white fur
Catty the cat thinks Ratty’s a brat
She hates his weird and long teeth and can’t stand his brags

Long weird teeth and stupid smile
And smelly breath and dirty coat
Stupid boy and selfish rat
And never will he change to a nicer rat, change to a nicer rat
Change, change, change, change

Oh, little did they know that they loved
Loved each other damn hard

Glow

Hold me, you shall never ever see me
Blankets will not hesitate me
Flowers shan’t even wake

Kiss me, ‘tis the last time you may see me
‘Tis the last time light shall harm me
I shall cry myself to death

Funny, how you never shared your love to me
Lovely, oh the light I can see
It’s gleaming in my eyes
Like when you..

Burned me, tear my skin off and leave me
‘Tis the last time you may hold me
‘Tis the last time I shall say
‘good bye’

AKU, KAU dan DIA

oleh DeNia pada 10 November 2011jam 13:03
Aku...
Bukan sosok yang tegar
Yang selama ini kau kira
Di atas jutaan sakit, luka dan derita
Aku tak dapat lagi berdiri tegar.

Kau...
Selalu membuat jantungku bergetar
Dengan segala tingkahmu,
Tangis, ataupun tawamu.

Dia...
Bukanlah siapa-siapa
Tapi mampu hancurkan semua
Yang kita bangun bersama
Sayang! Kau juga tak menyadarinya
Bahwa kau selalu melindunginya
Tanpa pernah merasa akulah yang terluka
Aku bagai tersingkir di medan perang
Jatuh, senelum awal pertarungan
Mengapa kau selalu lindungi dia,
Tanpa memperdulikan aku ???

Kecewa Q...

oleh Dek Nia pada 10 November 2011 jam 14:46
Ku jalani Dunia yang Indah
Ku tapaki bebatuan yang tajam
Ku lalui Hidup dengan sabar
Saat gelap melingkupiku

Ceritakan semua hidup matimu
Agar jiwa dapat menerima
Jangan pernah engkau untuk berdusta
Hanya untuk dirinya
Ku tak tau siapa dirimusaat
Engkau hadir dalam naluriku
Rasa ,,,…..
ermintaan,,,…
Dan Ungkapan,,,,…
Ku akui ada padaku
Maafkan bila cinta Tlah hilang
Sbab engkau tak hadir buatku

Mesin Penenun Hujan

Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin, terbentuk awan
Semua tentang kebalikan
Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita
Kau sakiti aku, kau gerami aku,
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan
Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita

Puisi Kematianku

oleh Dek Nia pada 09 November 2011 jam 14:48
Kekasih…
Suatu ketika aku akan wafat…
Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat
Dan akan segera ku akhiri cerita
Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu…
Bila tiba saat kupergi…
Jangan ada derai air mata kedukaan
Karna ratapmu akan patahkan sayapku
Kepergiaanku menempuh puncak impian,
Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini.
Hapuslah air matamu…
Meski terus kau percikan duka atas kepergianku,
Aku tak akan pernah kembali,
Dan sungguh tak ingin kembali.
Biarlah jiwaku tenang berlalu…
Dalam dekapan hangat sayap malaikat
Merengguk anggur kebebasan semu
Diantara setumpuk timbangan perbuatanku
Aku berharap…
Jasad matiku kau balut dengan senyumB
enamkan kebalik tanah penuh ketulusan
Iringi kepergianku dengan doa
Mungkin itu akan meringankan bebanku
Biarlah pusara ini menjadi saksi…
Bahwa aku pernah mengembara melintasi lembah mimpi
Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi
Yang kini tinggal belulang membujur kaku ditengah sepi…
Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian…
Mungkin dalam penantian ini…
Masih ada celahTuk wujudkan dahaga rindu ditelaga cinta…

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa

Direntang waktu yang berjejal dan memburai kau berikan,
sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan..
Di gigir yang curam dan dunia tertinggal dan membeku
sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh.


Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa.
Seperti takkan pernah pulang kau membias di udara dan terhempaskan cahaya.
Seperti takkan pernah pulang,
ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan.

Direntang waktu yang berjejal dan memburai kau berikan,
sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
di gigir yang curam dan dunia tertinggal dan membeku



Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa.
Seperti takkan pernah pulang kau membias di udara dan terhempaskan cahaya.
Seperti takkan pernah pulang,
ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan.

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa.
Seperti takkan pernah pulang kau membias di udara dan terhempaskan cahaya.
Seperti takkan pernah pulang,
ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan.


Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa.